Hari ini adalah persiapan dalam menyambut atau ikut memeriahkan acara sekaten yang di adakan setiap tahun sekali di alun- alun yogyakarta,persiapan dalam membuat stan kali ini sangat mepet sekali dan dengan persiapan ala kadarnya .Tapi tak apalah tidak menyurutkan tekat untuk ikut serta memeriahkan acara sekaten dan pasar malam,yang insya allah akan di buka besok pada tgl 28 Desember 2011 ( 2 Shafar 1433 ).
Lalu apa itu sekaten ...?,dan kenapa di adakan setiap setahun sekali...? Sekaten itu tradisi atau budaya dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, yang ada di pulau jawa khususnya jogjakarta dan solo.Makna sekaten ,sekaten berasal dari kata "syahadatain"adalah acara peringatan ulang tahun nabi Muhammad s.a.w. di alun-alun Yogyakarta (dan juga di alun-alun Surakarta secara bersamaan). Upacara ini dulunya dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.
Dinamakan Syahadatain (2 kalimat syahadat), karena perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW pada zaman dahulu diadakan di masjid Demak, sehingga para pengunjung yang datang diwajibkan membaca dua kalimat Syahadat. Maka, keramiaan itu kemudian terkenal dengan syahadatan atau syahadatein, yang kini lalu menjadi kata sekaten (syahadatein).
Lalu apa itu sekaten ...?,dan kenapa di adakan setiap setahun sekali...? Sekaten itu tradisi atau budaya dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, yang ada di pulau jawa khususnya jogjakarta dan solo.Makna sekaten ,sekaten berasal dari kata "syahadatain"adalah acara peringatan ulang tahun nabi Muhammad s.a.w. di alun-alun Yogyakarta (dan juga di alun-alun Surakarta secara bersamaan). Upacara ini dulunya dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.
Dinamakan Syahadatain (2 kalimat syahadat), karena perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW pada zaman dahulu diadakan di masjid Demak, sehingga para pengunjung yang datang diwajibkan membaca dua kalimat Syahadat. Maka, keramiaan itu kemudian terkenal dengan syahadatan atau syahadatein, yang kini lalu menjadi kata sekaten (syahadatein).